Laman

Translate

Kamis, 14 Februari 2013

Belajar dan Pendidikan [3]

Seseorang dikatakan berhasil dalam belajar bila mengalami 3 perubahan, dimana perubahan itu relatif menetap. Perubahan dalam bidang pengetahuan (cognitive, knowledge) dari yang tidak tahu menjadi tahu. Karena ada perubahan pengetahuan mengakibatkan/menghasilkan adanya perubahan sikap pada diri orang tersebut. Dari malas menjadi rajin. Dari nakal menjadi baik. Dari pendiam menjadi orang yang banyak tanya. Dari takut menjadi berani atau sebaliknya. Perubahan pengetahuan mengakibatkan perubahan sikap dan perubahan sikap mengakibatkan perubahan pengetahuan (adanya pengetahuan baru). Demikian siklus perubahan, sehingga akhirnya manusia itu cerdas. Selama indera masih berfungsi dengan baik, maka belajar, perubahan tetap terjadi. Itulah sebabnya ada istilah "long life learning" atau belajar sepanjang hayat.

Pada umumnya sikap ada 2 bagian. Pertama adalah sikap (attitude, affective) dalam artian respon yang muncul akibat adanya pengetahuan baru seperti takut, berani, ramah, rajin dan lain-lain. Sikap yang kedua adalah sikap dalam artian sikap kerja (performance indikator). Sikap kerja diperlukan dan dipelajari terutama oleh sekolah yang tujuan utamanya terjun ke dunia kerja seperti SMK. Bagaimana sikap menerima telepon, bagaimana sikap menerima tamu, bagaimana sikap mengetik, bagaimana sikap berbicara dan lain-lain. Sikap kerja merupakan bagian dari pelajaran. Ada silabusnya. Semua siswa akan memiliki sikap yang sama dalam mengetik misalnya. Tetapi sikap dalam artian respon atas pengetahuan bukan bagian dari pelajaran tetapi hasil belajar. Oleh karena itu setiap siswa bisa memiliki sikap yang berbeda atas adanya pengetahuan yang sama.

Keterampilan merupakan hasil dari pengetahuan dan sikap. Misalnya seorang koki. Gelar koki tidak mungkin disandang kalau dia tidak mengetahui cara memasak beberapa jenis masakan. Tidak mungkin juga dia jadi koki kalau tidak memiliki sikap "suka" pada profesi koki. Wujud dari kesukaan itu, maka dia belajar banyak tentang masakan dan melakukannya secara berulang-ulang. Sekali lagi, melakukan secara berulang ulang. Ibarat penyanyi professional, mereka bisa latihan menyanyi hingga berjam-jam sehari. Itulah yang disebut dengan latihan. Latihan menghasilkan kecepatan. Mengerjakan segala seuatu dengan cepat dan benar. Jadi alat ukur keterampilan adalah cepat dan benar. Cepat karena latihan. Benar karena ada pengetahuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar