Laman

Translate

Selasa, 19 Februari 2013

Cognitive C2 (Comprehension)

Cognitive kedua dari Bloom adalah Comprehension (pemahaman) yang disingkat saja dengan C2. Kalau C1 hanya mengingat, maka C2 mengukur apakah yang diingat itu dipahami? Bilangan Asli adalah bilangan yang diperoleh dari hasil (menghitung) mencacah. Atau siswa tersebut mampu menyebut pengertian menurut kalimatnya sendiri. Misalnya kita menyebut: Ada suatu bangun datar terdiri dari 4 sisi. Sisi yang berhadapan sejajar dan sama sama panjang. Bangun apakah itu?

Bila jawaban anak adalah persegi panjang, maka itu jawaban yang tepat. Bila anak menjawab bujur sangkar, juga tepat. Bila dijawab jajaran genjang juga tepat. Bila siswa menjawab ketiganya, itu artinya sangat tepat dan siswa tersebut sudah paham konsep yang dimaksud.

Apa bila pertanyaan kita perluas untuk mendapatkan jawaban yang lebih spesifik menjadi: Tidak ada sudutnya yang tegak lurus. Siapa menjawab jajaran genjang, dialah yang paham konsep jajaran genjang. Sudah kompeten C2. Sebab persegi panjang dan bujursangkar memiliki 4 sudut yang tegak lurus.

Terkadang C1 muncul hanya karena usaha untuk menyenangkan orantua atau guru. Siswa berusaha menghafal dengan sekuat tenaga. Tetapi sedikit perenungan. Berpikir sejenak, apa yang sedang kita pelajari. Informasi apa yang sedang diterima oleh telinga dan apa maksudnya. Bila kita misalnya memberikan contoh pencarian himpunan penyelesaian persamaan kuadrat x2 –x – 6 =0. Maka siswa tersebut mampu menghafalnya. Kemudian kita uji pemahamannya dengan soal yang lain (angkanya diganti), x2 –2x – 8 =0 maka dia sudah kebingungan. Inilah yang namanya tidak memahami, tetapi hanya menghafal. C2 butuh perenungan.

Apakah anda mengetahui/mengenal azas pemilihan umum? Bila kita menjawab langsung, umum, bebas dan rahasia yang biasa disingkat dengan luber, artinya kita sudah lulus C1. Kemudian bila pertanyaan dilanjutkan lagi, bagaimana menurut anda, bila seseorang sedang sakit dan tidak bisa datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), apakah bisa diwakilkan kepada anaknya yang bisa hadir ke TPS? Bila kita jawab ya, maka kita tidak kompeten C2. Sesungguhnya harus dijawab tidak. Orang yang tidak dapat hadir ke TPS karena sakit, seharusnya TPS yang mendatangi orang sakit. Ini semua untuk menjaga azas langsung.

C2 perlu dimantapkan dengan berbagai cara. Apakah melalui berbagai contoh, atau kasus. Disinilah dituntut penyusunan bahan ajar yang kaya / luas akan wawasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar