Laman

Translate

Rabu, 20 Februari 2013

Cognitive C3 (Application)

Cognitive ketiga dari Bloom adalah penerapan (application) yang kita singkat saja dengan C3. C1 menuntut ingatan akan materi atau pengalaman. C2 menuntut pemahaman, agar tidak sekedar mengingat akan tetapi mampu menyebut kembali dengan bahasanya sendiri. C3 atau penerapan artinya kemampuan untuk menggunakan/menerapkan C2 (pemahaman akan pengalaman/materi) kedalam situasi/pengalaman lain.

Misalkan kita belajar tentang perkalian dua buah angka, sebut saja a x b, dimana a dan b anggota Bilangan Real. Hasil kali bilangan tersebut adalah Bilangan Real Juga. Bila hasil kali a x b = 0, maka ada 3 kemungkinan sehingga perkalian tersebut terjadi. Kemungkinan pertama adalah nilai a =0. Biar berapapun nilai b, pasti hasil perkaliannya nol. Kemungkinan kedua adalah nilai b = 0, biar berapaun nilai a, pasti hasil perkaliannya nol. Kemungkinan ketiga adalah nilai a = 0 dan nilai b = 0. Ketiga kemungkinan itu dapat ditulis dengan satu kalimat yang dihubungkan oleh kata “atau”. Perkalian tersebut terjadi bila a = 0 atau b = 0. Peristiwa ini merupakan pemahaman (C2). Sementara C1 nya adalah defenisi perkalian. Perkalian adalah penjumlahan berurutan.

Sekarang, kita beralih kepada konsep/materi yang lain yaitu Persamaan Kuadrat. Tujuan utama Persamaan Kuadrat adalah mencari himpunan penyelesaian, yaitu nilai variabel yang memenuhi Persamaan Kuadrat tersebut. Misalnya X2 – x - 6 =0. Persamaan Kuadrat tersebut dapat diselesaikan dengan memaktorkan menjadi (x-3)(x+2)=0. Hasil pemaktoran ini merupakan perkalian 2 buah bilangan. Nilai a = x -3 =0 atau b = x +2 =0. Jadi nilai x = 3 atau x = -2, adalah nilai variabel yang diminta. Inilah namanya penerapan perkalian dua buah bilangan terhadap Persamaan kuadrat. Penerapan bisa dipelajari seperti kasus diatas. Tetapi bisa juga muncul sesuai dengan soal yang diberikan. Kalau kita berbicara dalam konteks yang lebih luas, maka penerapan dari Ilmu Pengetahuan adalah tehnologi. Wujud dari semua pengetahuan adalah penerapan.

Contoh kedua, penerapan Fungsi Linier terhadap Fungsi Permintaan. Fungsi Linier berbentuk f(x) = ax + c. Dimana a adalah koefisien (gradien garis lurus) dan c adalah constanta. Nilai a,c dan variabel x adalah anggota Bilangan Real. Artinya ada tak terhingga himpunan penyelesaian (berupa titik) fungsi tersebut, sehingga membentuk garis lurus. Sekarang kita masuk pada konsep fungsi permintaan yaitu: jika harga suatu barang naik, maka permintaan akan barang tersebut akan turun.

Kita misalkan x adalah barang, dan f(x) adalah harga. Maka Fungsi Linier di atas menjadi lebih sempit. Artinya ada pembatasan. Pembatasan pertama adalah harga. Harga barang terendah adalah nol, yang disebut dengan barang bebas. Ada harga tertinggi, artinya suatu barang pasti ternilai. Misalkan saja harga tertinggi tersebut adalah H, maka batasan harga menjadi 0 < f(x) < H. Batasan kedua adalah koefisien (gradien). Karena harga naik dan permintaan turun, maka artinya gradien negatif. Jadi nilai b < 0, atau nilainya negatif. Batasan ketiga adalah barang (x). Nilai terendah barang adalah nol. Nilai tertinggi didapt bila harga terendah dan sebaliknya nilai terendah bila harga tertinggi. Jadi batasan ketiga adalah 0 x < |c/a|. Batasan keempat adalah konstanta a. A harus positif. Bila a negatif maka garis lurus akan berada pada kuadran II, III dan IV, artinya ada harga atau barang yang negatif. Ini tidak mungkin terjadi. Artinya harus pada kuadran pertama. Jadi batasan keempat menjadi a >0. Kombinasi dari keempat batasan inilah yang menjadi penerapan Fungsi Linier terhadap Fungsi Permintaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar