Laman

Translate

Kamis, 21 Februari 2013

Cognitive C5 (Sinthesis)

Cognitive kelima dari Bloom adalah Sintesa. Sintesa artinya membangun sebuah struktur atau pola sehingga membentuk pengertian yang baru. Kata kuncinya adalah tercipta yang baru. Kita sudah sering mendengar kata sintesa atau sintesis atau sintetis, seperti rotan sintetis, karet sintetis, kapur Barus sintetis dan lain-lain.

Sumber hutan sangat terbatas. Setiap hari hutan dibabat sehingga rotan juga berkurang, sementara kebutuhan akan rotan semakin banyak. Maka tidak jarang kita melihat perabotan seperti kursi kelihatannya terbuat dari rotan. Ternyata bukan rotan, yang disebut dengan rotan sintetis. Demikian juga dengan karet. Karet berasal dari getah pohon Karet, kemudian diolah menjadi karet dalam berbagai fungsi seperti ban mobil dan lain-lain. Karenad pohon karet memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan getah, sementara kebutuhan akan karet semakin meningkat, maka penerapan ilmu pengetahuan yang menghasilkan karet sintetis.

Kapur telah menjadikan Barus sebagai pusat peradaban pada abad 1-17 Masehi. Berbagai ekspedisi perdagangan entah melalui jalur sutera maupun yang mengarungi samudera telah membawa berbagai bangsa menuju Barus. Barus terletak di tepi Pantai Barat Sumatera, Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah. Itu karena disana ditemukan pohon yang menghasilkan kapur, yang disebut dengan kapur Barus.

Kapur yang berasal dari bagian dalam batang pohon Dryobalanops aromatica berbentuk kristal, sementara cara lain untuk memproduksi kapur adalah dengan mengristalisasi cairan yang berhamburan ketika pohon kapur ditebang. Semakin tua umur pohon, maka semakin banyak dan berkualitas tinggi kristal kapur yang dihasilkan.

Konon, pohon tersebut hanya ditemukan di Barus. Kapur Barus sangat harum dan dapat dimanfaatkan untuk pengawetan, pengobatan dan memberantas serangga. Jadi sangat wajar, jika kapur Barus harganya mahal dan dicari oleh seluruh pedagang dunia. Karena harganya yang mahal, maka ilmu pengetahuan berhasil diterapkan sehingga menghasilkan sintetis dari kapur Barus yang kita sebut dengan “kamper”. Akibatnya harga kapur Barus anjlok dan masyarakat setempat tidak menanam pohon dan bahkan saat ini sudah tidak ditemukan lagi spesies tersebut.

Nah kalau kita lihat contoh penerapan dari cognitive sintesis terhadap Matematika. Perhatikanlah Persamaan Kuadrat x2 – x - 6 =0 memiliki akar-akar x1 dan x2. Tentukanlah Persamaan kuadrat yang akar-akarnya (1 +x1) dan (1 + x2). Soal ini meminta kita mendapatkan Persamaan Kuadrat baru. Langkah pertama adalah mencari X1 dan X2. Setelah dicari, maka didapat X1 = -2 dan X2 = 3. Jadi Persamaan Kuadrat baru memiliki akar akar X3 = -1 dan X4 = 4 (sebut saja X3 dan X4). Langkah kedua adalah menentukan Persamaan Kuadrat dengan akar-kar -1 dan 4. Persamaan tersebut adalah x2 – 3x - 4 =0.

Kita perhatikan kembali Persamaan kuadrat berikut x2 – x + 6 =0 yang akar-akarnya X1 dan X2. Tentukanlah persamaan Kuadrat baru yang akar-akanya (1 + X1) dan (1+x2). Persamaan Kuadrat di atas tidak memiliki akar real. Artinya (X1 + 1) dan (X2 +1) juga imajiner. Jadi langkah pertama tidak dapat dilaksanakan. Jadi kita langsung pada langkah kedua menjadi (x -1-1/X1)(x-1-1/X2)=0. Hasil akhir dari langkah ini adalah diperlukan nilai dari (X1 + X2) dan X1.X2. Kedua nilai ini didapat dengan menggunakan rumus yang kita sebut dengan rumus abc. Nilai tersebut adalah X1+X2= 1 dan X1.X2=6. Setelah nilai tersebut disubstitusikan, maka didapat Persamaan kuadrat yang baru yaitu x2 – 3x + 8 =0 .

Pertanyaan adalah, apakah sintesis (C4) lebih susah dari analisa (C3)? Jawabannya relatif. Kalau dilihat contoh soal di atas ( Contoh soal pada Persamaan Kuadrat pada C3), maka soal pada C3 lebih susah dari soal C4 yang baru saja kita kerjakan. Ibaratnya sebuah komputer yang sering rusak dan macet. Komputer tersebut sering masuk bengkel dan gonta-ganti sparepart. Terkadang lebih mahal dibanding dari pada membeli yang baru. Rusak dan gonta-ganti kita analogikan dengan analisa. Sementara beli baru kita analogikan dengan sintesis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar