Laman

Translate

Minggu, 24 Februari 2013

Cognitive C6: (Evaluation)

Cognitive ke enam dari Bloom adalah evaluasi (evaluation). Evaluasi artinya melakukan penilaian terhadap ide, materi ataupun system. Inilah level paling tinggi dari cognitive setelah pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa dan sintesis. Level evaluasi menuntut untuk memilih yang terbaik dari yang baik. Atau level ini dituntut untuk mencari kelemahan dan menemukan keunggulan dari suatu metode, prosedure ataupun sistem.

Setiap hari ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Kemarin tanggal 24 Februari 2013, berlangsung Pilkada Jawa Barat. Menurut beberapa Quick Count, pemenangnya adalah Pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Oleh karena itu kita ucapkan selamat, terutama kepada Jenderal Naga Bonar sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat.

Biar bagaimanapun, dalam pelaksanaan Pilkada pasti menghabiskan banyak biaya, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah, partai, peserta maupun masyarakat. Bersamaan dengan itu, banyak juga Kepala daerah yang bermasalah dengan hukum. Diduga ada kaitannya dengan biaya tinggi dalam pelaksanaan Pilkada. Oleh karena itu tidak sedikit para ahli yang melakukan evaluasi dengan mengatakan bahwa Pilkada Langsung kurang efektive terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Sebaiknya kembali saja pada zaman Orde Baru, bahwa Gubernur dipilih oleh DPRD. Inilah kelompok yang melakukan evaluasi terhadap system pemilu, terutama Undang-Undang.

Kelompok yang lain juga melakukan evaluasi terhadap sistem sekarang. Pada hakekatnya hasil evaluasi sama, yaitu biaya tinggi dan ramainya Kepala daerah yang bermasalah dengan hukum, terutama yang namanya korupsi. Kelompok ini mengatakan, sebaiknya sistem tetap kita pertahankan, tetapi mari kita lihat hal apa yang perlu dilakukan sehingga lebih efisien. Apakah sistem sudah dilaksanakan dengan baik dan tegas? Kelompok ini mengusulkan, sebaiknya dilaksanakan Pilkada serentak di suatu Daerah. Misalnya Jawa Barat ad 27 Kabupaten Kota, maka dalam waktu bersamaan diadakan 28 Pilkada. Satu Pilkada Provinsi dan 27 Pilkada Kabupaten/Kotamadya. Biaya boros terutama diakibatkan oleh kampanye. Sebaiknya biaya kampanye diambil dari APBN dengan memberikan hak yang sama untuk setiap peserta untuk beriklan di Televisi. Inilah contoh evaluasi yang masih sedang berlangsung di negeri tercinta.

Mari kita tinggalkan Pilkada. Sekarang kita lihat contohnya dalam Matematika. Misalnya diberikan soal sistem persamaan Linier. Tentukanlah solusi (himpunan penyelesaian) dari 3x – 2y = 5; 7x + 2y = 5. Sistem tersebut dapat dilakukan dengan 4 metode (cara), yaitu eliminasi, substitusi, matriks dan grafik. Metode manakah yang terbaik? Tentu semuanya baik. Tetapi dengan melihat kasus di atas maka metode yang paling tepat adalah eliminasi. Variabel yang dieliminasi adalah y. Dengan menjumlahkan persamaan pertama dengan kedua, maka variabel y tereliminasi (lenyap) sehingga didapat 10x = 10 dan x =1. Substitusi x = 1 ke persamaan 1 atau 2, didapat nilai y = -1.

Jika soal di atas dibuat dalam bentuk Pilihan Ganda, maka kita tidak tahu metode yang digunakan siswa tersebut. Sehingga susah mengatakan, apakah dia menggunakan metode yang paling cepat/simpel. Tetapi bila soal dalam bentuk essey test, maka jelas terlihat metodenya. Bila kita dihadapkan untuk memilih 1 orang siswa dari 2 orang yang menjawab benar soal di atas, maka pilihannya adalah siswa yang menjawab dengan metode eliminasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar