Laman

Translate

Rabu, 13 Februari 2013

Kebebasan itu Mahal!

Kelemahan anak/siswa yang sering muncul adalah kebiasaan ketika seorang guru sedang berbicara, anak tersebut membuat pembicaraan sendiri. Paling parah adalah mengganggu temannya. Barangkali ada hubungannya karena anak tersebut tidak memahami persoalan yang sedang dibahas. Tetapi bagi kita, tidak masalah dia berbicara dengan temannya asalkan tidak mengganggu yang lain dan topiknya masih sama dengan yang sedang dibahas. Tetapi untuk mengetahui apa yang sedang dibicarakan anak, kita harus menanyakannya terlebih dahulu sebelum menegurnya. Biasanya pertanyaan yang kita ajukan adalah menanyakan kalimat terakhir yang kita ucapkan. Kemudian pertanyaan kita lanjutkan dengan pertanyaan yang mengukur pemahaman siswa akan apa yang sedang dibahas. Bila keduanya dapat dijawab dengan baik, sesungguhnya tidak ada masalah yang berarti. Itulah salah satu kebebasan yang kita berikan kepada siswa, kebebasan yang bertanggungjawab.

Tetapi sebaliknya bila tidak bisa di jawab, itu artinya topik yang dibicarakan menyimpang dari pembicaraan. Disinilah diperlukan pengarahan. Bila seorang guru (orang tua, atau seseorang) sedang berbicara, sebaiknya kita bersikap mendengarkan dengan baik. Disamping menghormati pembicara, menyimak dengan baik juga belum tentu langsung mengerti. Berbicara sendiri ketika guru berbicara dapat mengganggu konsentrasi anak yang lain. Itu melanggar hak orang lain. Tersitimewa siswa SMK. Ciri SMK adalah professional yang diidentikkan dengan kejuruan. Siswa/pekerja yang professional adalah taat aturan. Misalnya seorang pekerja sedang mengoperasikan alat/barang yang harganya milyaran. Akibat ketidaktaatan pekerja tersebut terhadap prosedur operasi, sehingga mengakibatkan kerusakan. Siapa yang bertanggungjawab membayar barang semahal itu? Bagaimana kalau pekerjaan itu menyangkut dengan keselamatan jiwa banyak orang. Karena keteledoran kita sehingga jiwa orang lain melayang. Mampukah kita mempertanggungjawabkannya?

Kalau kebebasan belum bisa dihormati, sebaiknya kebebasan tidak perlu. Semua harus diatur dengan tegas. Ketika guru menjelaskan, maka tak seorangpun boleh berbicara. Kalau ada yang tidak jelas, silahkan mengangkat tangan. Tidak boleh berpindah tempat duduk. Tidak boleh ini, tidak boleh itu. tidak boleh.....

Kebebasan di kelas merupakan miniatur dari kebebasan diluar kelas, seperti disekolah, dirumah maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Derajat kebebasan masyarakat harus diukur. Kemudian diterapkan dengan aturan (hukum)yang mengikatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar