Laman

Translate

Minggu, 03 Maret 2013

Sederajat dan Lebih Kuat

Pada laman sebuah penerbit terkenal ditemukan judul Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat (Matematika SD Kelas VI). Disana ditulis operasi yaitu: 1. Penjumlahan dan pengurangan sederajat. 2. Perkalian sederajat dengan pembagian. 3. Operasi hitung yang sederajat, pengerjaannya dilakukan ke kiri. 4.Operasi (x) dan (:) lebih tinggi derajatnya daripada (+) dan (-), maka pengerjaan (x) dan (:) diselesaikan lebih dahulu.

Contoh soal 20-8:2. Menurut aturan di atas,maka pengerjaan menjadi 20-4=16, karena operasi perkalian lebih kuat dari operasi pengurangan. Cara pengajaran seperti ini harus segera ditinggalkan. sederajat, sama kuat, lebih kuat tidak tepat digunakan dalam operasi hitung. Jangan sampai operasi begini menjadi bahan hafalan anak-anak. Matematika bukan hafalan, akan tetapi berfungsi untuk mengembangkan kompetensi berfikir.

Angka itu berasal dari proses kehidupan. Oleh karena itu dia berasal dari mana?. Contohnya: Petani membawa 20 buah mangga dari kebun ke rumah. Ternyata dalam perjalan ada 8 buah rusak. Jeruk tersebut akan dibagikan ke 2 orang anaknya. Berapa jerukkah setiap anak? Perhitungan dari contoh di atas adalah (20-8)/2 =12/2=6 buah jeruk setiap anak.

Sekarang kita masuk pada contoh kedua: Ayah memiliki 20 buah durian dan akan diberikan kepada 8 orang temannya. Jika setiap teman hanya mampu menghabiskan sebelah duren, berapakah sisa duren ayah? Perhitungan contoh di atas adalah 20-(8/2)=20-4=16 buah duren. Kedua contoh di atas memiliki angka yang sama, yaitu 20,8 dan 2 dengan hasil yang berbeda. Kehadiran tanda kurung menandakan proses dalam kalimat verbal. Inilah yang perlu kita ajarkan dan latihkan dalam pendidikan Matematika. Ada 2 kompetensi utama yang harus diajarkan dan dilatihkan. Kompetensi pertama adalah pemodelan.

Pemodelan artinya kemampuan untuk merubah kalimat verbal menjadi kalimat matematika. Kalimat matematika dari contoh satu adalah (20-8)/2 dan contoh dua adalah 20-(8/2). Kompetensi yang kedua adalah perhitungan itu sendiri. Kehadiran tanda kurung menandakan proses nyta. Kita boleh mengerjakan yang didalam kurung terlebih dahulu. Boleh juga tidak mengerjakan yang didalam kurung dengan menerapkan hukum distributif. Untuk melatih perhitungannya saja, maka sebaiknya gunakan kurung, jangan gunakan kata "sederajat", "sama kuat" atau "lebih kuat".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar