Laman

Translate

Minggu, 21 April 2013

UN Terlalu Dini.

UN tingkat SMA/K yang sudah dilaksanakan seminggu yang lalu diwarnai dengan berbagai masalah. Masalah yang paling nyata adalah ditundanya 11 provinsi karena soal belum terdistribusi dengan baik. Disamping itu, Lembar Jawaban Komputer UN juga tipis, sehingga ketika ada kesalahan dan dilakukan penghapusan, sering kertas jadi bolong. Terlepas dari letak permasalahan ada dimana, apakah pada percetakan, apakah distribusi, apakah pada proses tender atau kurang pengawasan dari pihak pemerintah.

Bila kita lihat dari sudut waktu, maka pelaksanaan sebelum Orde reformasi dimulai pada minggu pertama bulan Mei. Setelah Orde Reformasi ini, UN dimulai pada bulan April. Dimajukan kira-kira satu bulan. Tentu saja dalam waktu 1 bulan itu, pemerintah sebagai penyelenggara UN memiliki waktu yang lebih banyak untuk mempersiapkan soal UN lebih baik.

Bila ditinjau dari sudut penyampaian materi pelajaran, maka ada waktu satu bulan untuk mendalami Materi Pelajaran UN. Karena UN adalah Ujian terakhir yang ditempuh siswa, maka setelah selesai UN siswa merasa bebas. Ada yang berekspressi dengan corat-coret bahkan ada yang tawuran. Sementara Surat Tanda Kelulusan baru diterima pada pertengahan atau akhir bulan Juni. Artinya ada waktu kira-kira 2 bulan lowong. Waktu inilah yang memberi ruang kepada beberapa siswa untuk berbuat kearah negatif. Sementara kalau mereka datang kesekolah, praktis tidak ada kegiatan kecuali pengarahan dari Perguruan Tinggi atau Dunia Usaha/Indistri. Itupun tidak setiap hari. Oleh karena itu waktu pelaksanaan UN perlu ditinjau kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar