Laman

Translate

Rabu, 19 Juni 2013

Kelahiran Pancasila: Bung Karno Sebagai Guru Bangsa

Setiap Tanggal 1 juni kita peringati sebagai hari lahirnya Pancasila. Pada tanggal tersebut Bung Karno berpidato untuk menjawab permintaan ketua BPUPKI, Indonesia merdeka dengan dasar apa? Sidang BPUPKI dimulai pada 28 Mei 1945, dan sudah banyak peserta yang sudah menyampaikan pidato tetapi belum menghasilkan apa yang diinginkan untuk menjadi dasar negara Indonesia Merdeka. Bung Karno mendapat giliran terakhir, yaitu pada tanggal tersebut. Bungkarno menyampaikan dengan penuh semangat tanpa teks. Banyak pidato tersebut kira-kira sebanyak 19 halaman kertas A4 dengan spasi 1,5 dan font 12. Dari banyak materi, pidato sebanyak itu sudah cukup banyak, mengingat dilakukan tanpa teks.

Semua pidato peserta selama 3 hari disimak dengan baik oleh Bung Karno. Sehingga dia melakukan evaluasi dan secara terus terang mengatakan bahwa pidato anda kurang tepat. Ada beberapa pidato yang langsung ditanggabi. Yang paling menarik adalah surat dari Panitia Penyelenggara Militer Jepang yang meminta Sidang BPUPKI untuk merumuskan secara detail Indonesia Merdeka. Hampir semua pidato peserta sidang yang mengikuti petunjuk Panitia Jepang tersebut. Tetapi Soekarno membantahnya dengan berbagai perbandingan.

Tampaknya ada beberapa peserta sidang yang tidak memahami arti merdeka. Bung Karno mengatakan bahwa kemerdekaan adalah Jembatan Emas. Karena ada pidato peserta sidang yang mengatakan kalau merdeka , rakyatnya harus bisa membaca, harus sudah tidak melarat, dan lain-lain yang jelimet sesuai arahan Panitia Jepang. Bung Karno berkata; "Kalau kita merumuskan dengan detail, jelimet, maka 10 tahun, 20 tahun , 30 tahun atau sampai ke liang kubur sekalipun,Indonesia tidak akan merdeka. Kita harus merdeka saat ini juga.".

Bung Karno mengumpamakan kemerdekaan Arabia. Ibn Saud memerdekaan Arabia, ketika rakyatnya belum bisa mengerti kalau mobil Ibn Saud harus minum bensin. Rakyat Baduy ( Suku Baduy adalah suku mayoritas Arabia) memberikan mobil tersebut makan gandum. Sovyet juga merdeka ketika mayoritas rakyatnya belum mampu membaca. Bung Karno meyakinkan semua peserta sidang, bahwa kita Indonesia sudah siap merdeka. Disinilah peranan Bung Karno sebagai guru bangsa. Seandainya tidak ada Bung Karno, barangkali kita tidak merdeka, sekalipun dasar negara sudah diputuskan oleh BPUPKI, sebab peserta sidang mengikuti petunjuk panitia Jepang, yang berusaha merumuskan secara detail persiapan kemerdekaan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar