Laman

Translate

Senin, 28 Oktober 2013

Aku dan Dia tidak sama!

Pagi ini materi yang kita pelajari adalah "Matriks". Dimulai dari contoh matriks dalam kehidupan. Kemudian jenis-jenis matriks. Matriks baris adalah matriks yang terdiri dari hanya 1 baris. Ordonyan menjadi 1 x n. N menyatakan banyak baris. Matriks kedua adalah Matriks Kolom, ialah matriks yang terdiri dari hanya 1 kolom. Ordonya menjadi n x 1, dimana n menyatakan banyak baris. Matriks ketiga adalah matriks Persegi, aialah matriks yang memiliki banyak baris sama dengan banyak kolom. Ordo dapat ditulis n x n.

Matriks ketiga adalah matriks Persegi Panjang, ialah matriks yang memiliki banyak baris tidak sama dengan 1, banyak kolom tidak sama dengan 1 dan banyak baris tidak sama dengan banyak kolom. Ordo dapat ditulis, n x m, dimana m tidak sama dengan 1, n tidak sama dengan 1 dan n tidak sama dengan m.

Sudah merupakan kebiasaan bagi kita, untuk memantapkan pengertian/konsep, kita meminta siswa untuk mengulangnya tanpa membaca buku. Seorang siswa mengtakan: "Matriks persegi Panjang adalah matriks yang memiliki banyak baris dan kolom tidak sama, banyak baris tidak sama dengan 1, banyak kolom tidak sama dengan 1". Kelihatannya, jawaban itu sudah benar. Kalau dikasih nilai sudah mendapat hampir 100. Tetapi matematika mempelajari logika dan mempraktekkannya, maka wajib hukumnya bagi kita untuk membenarkannya. Kesalahan terletak pada kalimat " Matrik s yang memiliki banyak baris dan kolom tidak sama". Kalimat tersebut dibangun oleh 2 kalimat tunggal. Kemudian digabung menjadi kalimat majemuk oleh kata hubung "dan".

Siswa tersebut memberi contoh kalimat majemuk yang menggunakan kata "dan", yaitu: Aku dan Dia tidak sama! Kemudian kita bahas bersama. Sebagian siswa tidak tertarik, karena dianggab materi Bahasa Indonesia. Sesungguhnya kalimat tunggal dan kalimat majemuk merupakan materi Matematika dengan kompetensi "Menerapkan Logika."

Kata "dan" digunakan bila ada beberapa Kalimat Tunggal yang memiliki predikat sama, atau keterangan sama, atau objek yang sama, tetapi berbeda subjek. Kalimat tersebut kalau dipisahkan menjadi 2 kalimat tunggal menjadi: Kalimat tunggal pertama adalah, " Aku tidak sama". Kalimat tunggal kedua adalah, "Dia tidak sama".

Kedua kalimat tersebut adalah rancu. Aku tidak sama. Tidak sama dengan siapa? Dia tidak sama. Tidak sama dengan siapa? Kerancuan tersebut lebih jelas bila kata "aku" diganti dengan angka 5 dan kata "dia" kita ganti dengan 10. Kalimat majemuknya menjadi:" 5 dan 10 tidak sama" Sesungguhnya yang lebih tepat adalah: 5 tidak sama dengan 10". Hari ini masih adalah peringatan Sumpah Pemuda. Salah satu sumpahnya adalah: Menjunjujng tinggi Bahassa Persatuan, yaitu Bahasa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar