Laman

Translate

Minggu, 13 Oktober 2013

Selamat untuk Garuda muda U19....!

Kemengangan garuda muda U19 pada hari Sabtu malam benar-benar melampau harapan. Korea Selatan juara Asia 12 kali dan sekaligus juara bertahan sudah terbukti menghempaskan Philipina dengan skore 4:0 dan menumbangkan harapan Laos 5:1. Jumlah skor yang cukup telak. Memang Indonesia juga menghempaskan Laos 4: 0, tetapi pemain Laos hanya 10 pemain dan akhirnya 9 pemain. Garuda Muda juga mengalahkan Philipina hanya dengan skor 2:0, masih selisih jauh dari apa yang dicapai Korea.

Menurut para pengamat bola, memperkirakan Garuda muda berharap dari 6 negara runner-up terbaik dari 9 Grup. Tetapi yang terjadi adalah semangat luar biasa dari Garuda Muda. Mereka militan seperti kata sang arsitek Indra Sjafri. Garuda Muda tak kenal lelah. Cukup percaya diri, cukup tenang dan lincah. Garuda muda menang bukan karena lucky semata, akan tetapi karena totalitas permainan yang memukau. Pemain belakang bermain cukup baik. Pemain tengah bermain dengan cukup baik. Pemain depan bermain cukup baik. Selamat...selamat...selamat. Bravoo Garuda Muda U19.

Kapten Evan Dimas, merupakan pahlawan. Tidak tanggung-tanggung, memborong 3 gol ke gawang Korea. Luar biasa. Dari ketiga gol yang diciptakan, memiliki pola yang sama. Bola digiring ke depan dengan cepat oleh Armain atau Maldini, kemudian ditarik lagi kebelakang bagian tengah sebagai umpan dengan kecepatan tinggi. Pada saat yang sama Evan Dimas berlari dari tengah sekaligus menendang dengan powerfull. Strategi demikian cukup efektif.

Strategy demikain dapat dipertahankan untuk babak beriktnya pada tahun depan. Tetapi perlu dikombinasikan dengan strategy lain. Disamping itu yang perlu diperbaiki menurut kita penonton adalah power. Armain memiliki skill yang cukup baik. Tetapi tidak powerfull. Kompetensi yang hampir sama dimiliki oleh Maldini dan Sitanggang.Inilah salah satu faktor yang harus dilatih. Menendang dengan powerfull. skill lain yang perlu diperbaiki adalah sasaran. Kalau diperhatikan, hampir semua gol yang diciptakan sang Kapten Evan Dimas dengan tendangan powerfull lurus ke depan. Hal yang perlu ditingkatkan adalah dengan kondisi berlari atau sedang bergelut dapat menendang pada sasaran. Sambil berlari kuat misalnya, mampu melesatkan pada sasaran yang susah dijangkau atau sasaran yang sudah dilatih sebelumnya.demikian juga Julfiandi, Hargiyanto dan yang lain yang melesatkan tendangan gledek jarak jauh. Itu luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar