Laman

Translate

Selasa, 28 Mei 2013

Baik orang Penting dan Penting orang Baik.

"Baik orang penting dan Penting orang Baik" merupakan judul sebuah renungan pagi pada salah satu program radio yang disiarkan tadi pagi. Ditilik dari sudut matematika (logika), maka kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk "konjungsi", yaitu dua buah kalimat tunggal yang dihubungkan oleh "dan". Kalimat tunggal pertama adalah: Baik orang penting. Sedangkan kalimat kedua adalah: Penting orang baik.

Kalimat matematika tidak mengharuskan memiliki susunan kalimat baku seperti Bahasa Indonesia. Yang penting ada artinya. Kalau kalimat tersebut dapat dipastikan nilai kebenarannya, apakh benar saja atau salah saja, maka kalimat tersebut menjadi kalimat tertutup atau pernyataan.

Kata "baik" pada kalimat tunggal pertama menunjukkan bahwa orang tersebut merupakan sangat diperlukan oleh orang lain. Mungkin karena tenaganya, kompetensinya atau keahliannya, atau pemikirannya. Pokoknya orang berharap banyak padanya. Ada banyak faktor yang menyebabkan orang penting.

Sementara kalimat tunggal kedua: "Penting orang baik" menunjukkan bahwa orang tersebut diperlukan karena hatinya. Murah hati atau dermawan atau suka menolong, atau ramah atau perbuatan baik lainnya.

Menurut logika, maka nilai kebenaran konjungsi ada 4 kombinasi yang kita sebut saja dengan kasus. Kasus 1: "Baik orang penting" (kalimat pertama)bernilai benar. Serta kalimat kedua: "Penting orang baik" juga bernilai benar. Artinya kedua kalimat kita terima dalam Himpunan penyelesaian (HP)kita.

Kasus kedua adalah: Kalimat pertama bernilai benar dan kalimat kedua bernilai salah. Artinya, kita tidak menerima "Penting orang baik". Kita tidak memerlukan orang baik. Kalau kita bekerjasama dengan orang baik, nanti kita akan tertular jadi baik, atau rahasia kita bisa terbongkar. Kolusi kita jadi gagal, tujuan tidak tercapai atau alasan yang lain.

Kasus ketiga adalah: Kalimat pertama bernilai salah dan kalimat kedua bernilai benar. Artinya kita menerima "Baik orang Penting". Kita tidak memerlukan orang yang penting. Tetapi sebaliknya kita menerima orang yang baik. Barang kali kita mengutamakan orang baik dari pada orang penting. Mungkin juga orang penting karena pemikirannya, sebaliknya karena pemikiran tersebut sekaligus merugikan orang lain.

Kasus keempat adalah: Kita menolak orang penting dan menolak orang baik. Hanya orang yang sudah tidak punya harapan, orang yang sedang linglung atau orang yang sedang ketakutan yang memiliki sikap tersebut.

Secara logika, hanya kasus pertama yang bernilai benar. Itulah yang wajar dan normal. Tetapi dalam kehidupan nyata, tidak sedikit orang mengambil sikap kasus 2 dan 3. Mudah mudahan kita manusia yang selalu pada jalur logika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar