Halaman

Translate

Kamis, 10 Oktober 2013

Positive Thinking dan Negative Thinking

Hampir semua motivator menganjurkan untuk berpikir postive dan melarang berfikir negative. Sesungguhnya kegiatan atau proses berfikir itu bebas. Kita tidak boleh melarang orang untuk berfikir, apakah positif atau negatif. Karena kita tidak tahu dan tidak dipengaruhi oleh proses berfikir tersebut. Tidak ada dampak apa-apa terhadap orang lain, kalau hanya dari memandang "berfikir postif/negatif".

Ada seorang guru saya kira-kira 28 tahun yang lalu menasehati siswa SMP nya. "....Kalian harus berfikir negatif dan bertindak positif. Ibarat seorang intel. Siang dan malam berfikir negatif. Intel mencurigai banyak orang. Dia menduga atau mengira bahwa seseorang itu akan berbuat jahat. Saat itu juga dia berfikir untuk mencegahnya. Pikirannya beradu antara negatif dan positif".

Nasehat ini memberikan kita pengertian bahwa berfikir dan bertindak merupakan kegiatan yang berbeda. Berfikir itu bebas. Sementara bertindak itu tidak bebas. Kita dibatasi oleh hukum, norma dan etika dalam kehidupan berbangsa/bernegara, dan bermasyarakat. Hukum, etika dan norma itulah patokan yang membatasi perbuatan kita. Tidak bisa hukum, norma dan etika membatasi seorang manusia berfikir. Tetapi ketika fikiran diekspressikan, maka ekspressi itulah yang mampu mempengaruhi orang lain.

Negatif thinking diperlukan untuk mengantisipasi masalah. Positif thinking digunakan sebagai solusi masalah. solusi masalah inilah yang diubah menjadi ekspressi atau tindakan. Sementara pertarungan antara negative thinking dengan positive thinking menghasilkan solusi yang terbaik, sebelum kejadian atau sebelum masalah datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar