Halaman

Translate

Rabu, 09 Oktober 2013

Fungsi Apa Itu?

Salah satu Kompetensi Matematika SMK adalah "menerapkan Konsep Fungsi". Kata kunci dari fungsi adalah "ketergantungan". Ketergantungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain. Hasil panen tergantung dari bibit unggul, pemupukan, pengolahan lahan yang baik, irigasi yang baik, dan pemberantasan hama. Hasil panen disbut dengan variabel tergantung ( variabel terikat). Karena terikat atau tergantung pada Bibit unggul, pemupukan, pengolahan lahan, irigasi dan pemberantasan hama yang disebut dengan variabel bebas. Jadi ada 5 variabel bebas dan satu variabel terikat.

Sebelum masuk kepada fungsi, dimulai terlebih dahulu dengan relasi. Siswa dengan guru memiliki relasi, kemudian fungsi konstan, linier dan kuadrat. Salah satu tugas guru sebagai ilmuwan adalah membuat segala sesuatunya lebih kongkrit. Oleh karena itu selalu (diusahakan) dimulai dari hal kongkrit menuju abstrak, dan sederhana menuju kompleks.

Setelah belajar relasi, kemudian fungsi bla...bla......

Berapa uang kas kalian sebulan? siswa menjawab Rp 2000 satu minggu! Oke, kalau begitu, itu namanya fungsi apa? siswa menjawab: "untuk membeli kertas ulangan pak!". Bapak tanya, itu termasuk pada fungsi a p a? Yah pokoknya untuk kepentingan kelas pak! Bapak tidak mengurusi belanja kalian. Kita sedang belajar fungsi. Maksud bapak, kasus penagihan uang kas setiap minggu itu apakah fungsi konstan atau linier? Serentak berkata: " Ooo....h itu maksudnya! aa...h apa ya?"

Kelemahan kalian adalah: 1) Curiga. Kalian curiga dan takut kalau duitnya bapak minta. 2) Kalian tidak fokus. Seandainya kalian fokus terhadap pelajaran, maka kalian akan mencari hubungan uang kas mingguan dengan kompetensi yang dihadapi. Kalau tidak mau disebut tidak fokus, kalau disebut kurang bernalar. Salah satu alasana mengapa muncul Kurikulum 2013 adalah supaya siswa bernalar dengan baik.

Proses pengumpulan uang kas kalian itu merupakan fungsi konstan. Uang tersebut tergantung dari minggi. Bila minggu berganti, maka kalian membayar Rp 2000 per siswa. Karena setiap minggu selalu sama, maka disebut konstan.
Read More..

Selasa, 01 Oktober 2013

Goal versus Sasaran

Ketika pemain PSSI U19 menggiring bola dan memasuki kotak 12 pass lawan, maka reporter berteriak," wow.....wou....wou.....". Ketika bola ditendang kearah gawang lawan, reporter tersebut berkata, "Jebre......eet". Hampir semua penonton menyukai suara dan ungkapan reporter tersebut. Kalimat dan intonasinya cukup menyenangkan, dan cukup meningkatkan nasionalisme kita. Sekalipun tidak ada hubungan langsung, ternyata kita juara untuk pertama kalinya.

Sangat berbeda dengan kalimat reporter ketika terjadi final U16 AFF antara Indonesia lawan Malaysia. Kondisinya hampir sama, sama-sama adu pinalti. Indonesia sudah unggul 2 poin. Ketika tiba saatnya penendang dari Malaysia, reporter berkata, " ini harus masuk...kalau tidak akan sulit bagi Malaysia". Ungkapan ini sangat menyebalkan. Dan kebetulan masuk. Penendang berikut Indonesia tidak masuk. Dan akhirnya Indonesia kalah. Harapan menang sudah besar sekali. Selisih dua gol dalam adu pinalti sudah memberikan harapan besar. Tetapi harus kalah dengan Malaysia.

Tujuan utama main bola adalah untuk memasukkan bola ke gawang lawan dan sekaligus menahan bola agar tidak memasuki gawang sendiri. Hampir sama dengan lirik Slank, "Bola = bobol gawang lawan". Ketika bola masuk masuk gawang, reporter berkata "go....ol". Kata gol berasala dari kata goal yang artinya tujuan.

Gol penentu kemenangan U19 AFF 2013 adalah gol terakhir, penendang terakhir putra Maluku Utara bernama Armain dengan nomor punggung 20. Gol ini gol yang sangat sulit. Karena kesulitannya hampir tidak pernah ada kiper yang mampu menangkap atau menahan tendangan seperti itu. Bola ditendang persis kekiri gawan dan mengenai tiang, kemudian memantul ke tengah. Bola mendatar dan menggelinding. Inilah namanya sasaran.

Semestinya pemain harus dilatih dengan sasaran. Bukan hanya gol. Harus diidentifikasi sasaran yang susah ditangkap kiper. Misalnya sasaranya adalah kiri atau kanan gawang, baik atas maupun bawah. Kalau boleh seperti tendangan Armain. Sasaran kedua adalah pojok kiri atau kanan persis disudut net, baik atas maupun bawah. sasaran ketiga adala disebelah sisi kiri atau kanan gawang. Persis ketitik tengan bidang jaring kedua belah sisi. Sasaran keempat adalah tendangan keras dengan sudut elevasi tinggi beberapa cm dibawah mistar. Itulah sasaran-sasaran yang sulit ditangkap kiper menurut pengamatan Abuka.

Salah satu kehebatan David Beckamp adalah tendangan dari bola mati. Indonesia sering gagal memanfaatkan bola mati. Semestinya melalui bola mati harus tercipta peluang besar. Tetapi biarpun begitu, Abuka hanyalah penonton yang ingin menyaksikan GARUDA juara dalam setiap laga. Bravo Garuda Indonesia. Selamat kepada Garuda U19.
Read More..

Selasa, 24 September 2013

Kurangi Ketergantungan

Ketergantungan merupakan sifat manusia sebagai mahluk sosial. Tak seorangpun manusia moderen mampu membebaskan diri dari ketergantungan terhadap orang lain. Tak seorangpun manusia yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Kita hanya bisa mengurangi derajat dan jumlah ketergantungan kita. Salah satu caranya adalah kompetensi atau kemampuan. Kompetensi didapat dari belajar baik formal terutama informal. Manusia mendapat pelajaran formal dibatasi oleh ruang dan waktu, tetapi secara informal tidak ada batas selama hayat masih dikandung badan. Belajar informal tidak mengenal ruang, waktu dan tempat. Inilah sesungguhnya belajar sepanjang hayat.

Kalau kita tingkatkan skopenya menjadi bangsa atau negara, maka dalilnya menjadi:"Semua negara tidak mampu melepaskan ketergantungannya dengan negara lain. Tak satupun negara dimuka bumi ini mampu memenuhi kebutuhannya untuk mensejahterakan rakyatnya". Hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah mengurangi jumlah dan derajat ketergantungan. Inilah tugas utama dari seorang pengambil keputusan dalam satu negara.

Kebiasaan menkonsumsi tahu dan tempe membuat kita menjadi ketergantungan kepada kacang kedelai. Tugas kita adalah mengurangi derajat ketergantungan impor. Kesadaran akan ketergantungan tidaklah cukup. Tetapi harus berbuat sesuatu. Tentu saja tidak instan. Oleh karena itu diperlukan pendidikan dan penelitian. Pendidikan dan penelitian tidaklah cukup, tetapi harus ada tindak lanjut atau yang disebut dengan political wiill. Begitu banyak ketergantungan kita kepada negara lain. sebaliknya negara lain menikmati ketergantungan mereka kepada kita, kepada kekayaan alam kita.

Janji politik para calon legislator atau pemimpin daerah adalah janji yang mudah diukur keberhasilnya. Nyata dirasakan masyarakat. Bila perlu, mereka langsung memberikan uang seperti BALSEM atau BLT atau saudaranya. Bila perlu juga, ketika kampanye yang dibagikan bukan program, akan tetapi kaos atau uang.

Inilah saatnya untuk kita rakyat Indonesia yang sudah merdeka 68 tahun. Rakyat harus mampu menilai pemimpin atau calon pemimpin yang memiliki tendensi kuat untuk melaksanakan ajaran Bung Karno yang dikenal dengan TRISAKTI terutama kesaktian yang kedua yaitu BERDIKARI(berdiri di atas kaki sendiri) atau mandiri.
Read More..

Jumat, 19 Juli 2013

Pembelajaran dari Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan di Riau dan sekitarnya, telah mengekspor asap ke Malaysia dan Singapura. Polusi tersebut telah melampaui ambang batas dan membuat sebagian besar masyarakat menggunakan masker. Kepala Negara kedua negara berang dan melakukan protes kepada negara Indonesia. Bahkan sejumlah negara anggota ASEAN telah mendesak Indonesia untuk segera meratifikasi perjanjian untuk mencegah kebakaran hutan. “Kami menekankan pentingnya bagi negara-negra regional untuk menegakkan kewajiban internasional mereka dan bekerjasama mengatasi polusi asap lintas batas”. Demikian isu yang mengemuka dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri ke 46 ASEAN di Brunai Darussalam pada hari Minggu 30 Juni 2013. (Kompas, 2 July 2013).

Sebagai negara yang menjaga hubungan baik dengan tetangga, presiden telah meminta maaf kepada kedua negara. Didalam negeri pemerintah juga mengusut pengusaha yang membakar hutan. Diantara pengusaha yang diduga, ada juga pengusaha asal Malaysia. Kebakaran hutan tidak 100% diakibatkan oleh pembakaran hutan, akan tetapi tanah gambut yang dapat terbakar sendiri ketika suhu panas.

Wakil Presiden Jusuf Kala mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu meminta maaf kepada Malaysia dan Singapura. Satu bulan kita mengekspor asap, Malaysia dan Singapura sudah marah-marah. Tetapi 11 bulan kita mengespor oksigen, Singapura dan Malaysia tidak berespon apa-apa.

Ungkapan ini menyadarkan kita, akan tenaga atau kekuatan diplomasi Indonesia. Asap ini menyadarkan kita, menyadarkan Malaysia dan Singapura, bahwa Indonesia bertahun-tahun mengekspor oksigen secara gratis. Asap dan oksigen memiliki wjud yang sama, yaitu gas. Perbedaan terletak pada warna dan sifat. Oksigen tidak berwarna dan sangat diperlukan manusia dalam pernapasan manusia. Sementara asap berwarna putih kehitaman dan bersifat racun terhadap manusia. Asap ini sebagai pertanda atau indikator. Bila asap sampai ke Malaysia dan Singapura, maka oksigen juga sampai kesana. Kepadatan udara Malaysia dan singapura lebih rendah dibanding Indonesia. Kalau udara disana padat, pasti asap dan oksigen tersebut tidak sampai kesana, akan tetapi ke pulau Jawa. Inilah pelajaran berharga bagi Indonesia untuk meningkatkan daya diplomasi. Inilah pelajaran bagi Malaysia dan Singapura untuk menyadari fakta, bahwa mereka mendapat oksigen gratis selama 11 bulan setiap tahun sejak bumi ini ada. Tak terhingga hutang oksigen Singapura dan Malaysia kepada Indonesia. Semestinya hutang tak tertulis tersebut dapat dibayar dalam wujud yang lain. Disinilah diplomasi.
Read More..

Jumat, 28 Juni 2013

Visi versus Misi

Kebebasan pers menjadi sarana dalam peningkatan pendidikan informal buat semua masyarakat. Salah satu point adalah debat calon Kepala Daearh yang diselenggarakan secara langsung oleh Perusahaan Televisi maupun yang dimuat dalam media cetak tentang visi, misi, program yang akan diimplementasikan dalam daerah masing-masing.

Ada calon Kepala Daerah yang tidak memahami perbedaan visi dan misi. Ketika moderator bertanya: "Apa visi dan misi bapak/ibu?". Sang kandidat menjawab: "Visi dan misi saya adalah..bla...bla..." Dia menyebut visi dan misi dalam satu kalimat. Inilah alat ukur yang menunjukkan bahwa sang kandidat tidak bisa membedakan visi dan misi. Semestinya visi satu kalimat. Biasanya kalimat yang pendek, dan mudah diingat oleh semua anggota organisasi. Visi berasal dari kata "vision" yang berarti mimpi. Pada mulanya, ketika peradaban manusia belum maju, manusia banyak mengandalkan pada mimpi, seperti dalam kisah Jusuf dan Firaun di Mesir. Mimpi Jusuf yang yang ditafsirkan bahwa di Mesir akan terjadi musim kering dan kelaparan selama 7 tahun yang akan datang. Berdasarkan mimpi tersebut, maka Firaun mengangkat Jusuf sebagai Gubernur untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar terhindar dari kelaparan. Dan mimpi tersebut terbukti dan usaha Firaun dan Jusuf berhasil mengatasi kelaparan. Vision juga biasanya di berasal dari setiap orang yang bermimpi, dan juga lebih sering berasal dari peramal (fortune teller".

Tetapi peradaban manusia yang sudah maju, maka visi dibentuk bukan dari mimpi dan bukan juga berasal dari fortune teller, akan tetapi berasal dari hasil pemikiran, pemanfaatan informasi, penerapan ilmu pengetahuan dan tehnologi. Visi dibangun bukan oleh seorang diri, akan tetapi dibangun dari stakeholder. Visi menggambarkan kondisi organisasi pada waktu yang akan datang biasanya 5 tahun ke depan. Visi sangat dipengaruhi oleh perubahan pada lingkungan. Keterampilan melihat atau menangkap perubahan lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan visi.

Misi berasal dari kata mission.
Read More..

Minggu, 23 Juni 2013

BBM dan Penataan Kota

Pada Orde Baru (mungkin juga sudah sejak Orde Lama), Indonesia termasuk anggota OPEC (negara-negara pengekspor minyak). Ketika harga BBM naik, kita semua menikmatinya. Bahkan kita sangat menggantungkan harapan akan kenaikan harga BBM. Sebab migas merupakan ekspor utama alias sumber pendapatan negara yang utama disamping hasil hutan. Konsumsi BBM dalam negeri selalu di subsidi oleh negara, dengan harapan untuk meningkatkan daya saing sektor industri. Semestinya sejak tahun 1997, kita sudah memasuki era yang didengung-dengungkan "Tinggal Landas", yaitu memasuki negara maju.

Kenyataanya tahun 1998, kita terjun bebas dan kembali hampir menuju nol. Menurut para ahli, karena fundamental ekonomi kita tidak kuat. Kita terlalu bergantung pada negara asing. Baik negara maupun swasta berlomba-lomba mengutang. Bahan baku industri kita bergantung pada import. Eksport kita didominasi oleh pemberian Tuhan seperti minyak dari perut bumi. Kayu yang disediakan oleh Tuhan,ikan di laut tinggal tanggkap, dan lain-lain. Ditambah dengan kondisi politik yang tidak demokratis.

Era Reformasi terjadi perubahan hampir 180 derajat. Indonesia keluar dari organisasi OPEC, karena konsumsi domestik akan BBM semakin meningkat. Sementara produksi dan kemampuan perut bumi Indonesia terbatas. Bahkan Indonesia beubah menjadi negara pengimport BBM. Jumlah penduduk semakin bertambah. Jumlah kendaraan bertambah tak terkendali. Komposisi penduduk Indonesia berubah. Pada awal Orde Baru, 80% penduduk Indonesia di desa alias petani. Diduga saat ini sudah sebaliknya, 80% berada diperkotaan.

Setiap kenaikan BBM, selalu mendapat resistensi dari lapisan masyarakat seperti buruh, mahasiswa, partai oposisi dan kelompok masyarakat yang lain. Setiap kenaikan BBM, dipastikan berdampak ganda akan kenaikan semua sektor kehidupan. Bila tidak dinaikkan, pemerintah menanggung beban subsidi yang terlalu besar. Juga dianggab mensubsidi orang berada, karena BBM banyak dikonsumsi oleh mobil yang notabene orang berada. Disamping itu, BBM subsidijuga sering diselundupkan kenegara lain yang harganya lebih besar. Harga BBM yang sekarang, belum mencapai harga Internasional, tetapi penolakan dan kekwatiran ada dimana-mana.

Dalam rangka otonomi sekarang, yang merubah struktur/komposisi penduduk Indonesia, maka peran Pemerintah Daerah sangat besar. Hampir semua kota besar seperti Jakarta, surabaya, Medan, Bandung, Denpasar, Semarang dan kota lain terjadi kemacetan. Disinyalir BBM yang dihabiskan di Jakarta setiap tahun kira-kira 40 Triliun lebih. Angka sebesar itu sudah hampir sama dengan besar subsidi. Oleh karena itu kemacetan harus dituntaskan. Terutama kota baru akibat pemekaran seperti Kota Bulungan ibukota Provinsi ke 34 yaitu Kalimantan Utara. Pasti setiap pembentukan provinsi baru selalu dikuti pembentukan Kabupaten/Kotamadya baru, Kecamatan baru dan desa/kelurahan yang baru.

Sesungguhnya secara logika, besar konsumsi minyak tanah yang sudah dikonversi ke gas sungguh keberhasilan yang luar biasa. Kita sudah lebih dari 5 tahun merasakan betapa hematnya gas dibanding minyak tanah. Betapa besarnya beban negara yang hilang akibat konversi tersebut. Waktu 5 tahun semestinya sudah cukup mempersiapkan semua sarana seperti jalan negara, provinsi dan infrastruktur yang lain.

Bila tata kota didaerah bagus, maka komposisi penduduk Indonesia akan lebih merata, tidak menumpuk pada kota besar. Ditambah lagi oleh regulasi disemua sektor yang pro daerah. Semua jalan Negara dibuat mulus dan kuat. Itulah tanggungjawab Pusat. Semua jalan provinsi dibuat mulus dan kuat. Itulah tanggungjawab provinsi. Pemerintah Daerah berkewajiban membuat lalulintas masyarakat anatara kota yang satu dengan kota yang lain, desa yang satu dengan desa yang lain. Laluntas yang lancar antara kota dan desa. Buntut akhirnya adalah Fundamental Ekonomi yang kuat.
Read More..

Rabu, 19 Juni 2013

Kelahiran Pancasila: Bung Karno Sebagai Guru Bangsa

Setiap Tanggal 1 juni kita peringati sebagai hari lahirnya Pancasila. Pada tanggal tersebut Bung Karno berpidato untuk menjawab permintaan ketua BPUPKI, Indonesia merdeka dengan dasar apa? Sidang BPUPKI dimulai pada 28 Mei 1945, dan sudah banyak peserta yang sudah menyampaikan pidato tetapi belum menghasilkan apa yang diinginkan untuk menjadi dasar negara Indonesia Merdeka. Bung Karno mendapat giliran terakhir, yaitu pada tanggal tersebut. Bungkarno menyampaikan dengan penuh semangat tanpa teks. Banyak pidato tersebut kira-kira sebanyak 19 halaman kertas A4 dengan spasi 1,5 dan font 12. Dari banyak materi, pidato sebanyak itu sudah cukup banyak, mengingat dilakukan tanpa teks.

Semua pidato peserta selama 3 hari disimak dengan baik oleh Bung Karno. Sehingga dia melakukan evaluasi dan secara terus terang mengatakan bahwa pidato anda kurang tepat. Ada beberapa pidato yang langsung ditanggabi. Yang paling menarik adalah surat dari Panitia Penyelenggara Militer Jepang yang meminta Sidang BPUPKI untuk merumuskan secara detail Indonesia Merdeka. Hampir semua pidato peserta sidang yang mengikuti petunjuk Panitia Jepang tersebut. Tetapi Soekarno membantahnya dengan berbagai perbandingan.

Tampaknya ada beberapa peserta sidang yang tidak memahami arti merdeka. Bung Karno mengatakan bahwa kemerdekaan adalah Jembatan Emas. Karena ada pidato peserta sidang yang mengatakan kalau merdeka , rakyatnya harus bisa membaca, harus sudah tidak melarat, dan lain-lain yang jelimet sesuai arahan Panitia Jepang. Bung Karno berkata; "Kalau kita merumuskan dengan detail, jelimet, maka 10 tahun, 20 tahun , 30 tahun atau sampai ke liang kubur sekalipun,Indonesia tidak akan merdeka. Kita harus merdeka saat ini juga.".

Bung Karno mengumpamakan kemerdekaan Arabia. Ibn Saud memerdekaan Arabia, ketika rakyatnya belum bisa mengerti kalau mobil Ibn Saud harus minum bensin. Rakyat Baduy ( Suku Baduy adalah suku mayoritas Arabia) memberikan mobil tersebut makan gandum. Sovyet juga merdeka ketika mayoritas rakyatnya belum mampu membaca. Bung Karno meyakinkan semua peserta sidang, bahwa kita Indonesia sudah siap merdeka. Disinilah peranan Bung Karno sebagai guru bangsa. Seandainya tidak ada Bung Karno, barangkali kita tidak merdeka, sekalipun dasar negara sudah diputuskan oleh BPUPKI, sebab peserta sidang mengikuti petunjuk panitia Jepang, yang berusaha merumuskan secara detail persiapan kemerdekaan Indonesia.
Read More..