Laman

Translate

Jumat, 08 Februari 2013

Andi Mengalahkan Anas

Berbicara tentang andi, terasosiasi dengan nama Andi Alfian Mallarangeng atau sering disebut dengan Andi Mallarangeng. Nama itu terkenal ketika beliau sering tampil diberbagai media terutama televise sebagai pengamat politik. Kemudian pada awal Era Reformasi membentuk partai baru bernama Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) bersama Prof. Ryas Rasyid sebagai ketua dan andi sebagai sekretaris Jenderal. Partai ini menjagokan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden. Tetapi partai ini tidak mendapat suara signifikan pada pemilu 1999.

Andi Mallarangeng kemudian bergabung dengan Partai Demokrat dan menjadi salah satu Ketua Partai. Pada pemilu tahun 2004, partai Demokrat bukan sebagai pemenang tetapi mampu menghantarkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden pertama hasil pilihan rakyat Indonesia. Bersamaan dengan itu, Andi Mallarangeng diangkat menjadi Juru Bicara Presiden.

Pada pemilu tahun 2009, Partai demokrat tampil sebagai pemenang dengan perolehan suara yang spektakuler 21%, ada kenaikan kira-kira 300% dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Sekaligus menghantarkan SBY terpilih kembali sebagai presiden RI dan beliau mengangkat Andi Mallarangeng sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Nazaruddin (mantan bendahara umum partai Demokrat) yang terlibat dalam kasus korupsi Hambalang sring menyebut nama andi Mallarangeng dan anas Urbaningrum dalam siding maupun siaran persnya. Akhirnya KPK menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka. Tanggal 7 Desember 2012, Andi Mallarangeng mundur dari Jabatan Mempora.

Sementara Anas Urbaningrum berasal dari Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), kemudia terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat mengalahkan Andi Alfian Mallarangeng dan Ketua DPR Marzuki Ali. Karena namanya sering disebut Nazaruddin, maka elektabilitas partai anjlok. Kader partai juga mengalami perbedaan pendapat. Ada yang menginginkan Anas mundur, ada juga yang mempertahankannya. Akhirnya Ketua Majelis Partai mengambil alih kepengurusan DPP ke Majelis Tinggi Partai. Secara semu, boleh dikatakan menonaktifkan Anas.

Mari kita tinggalkan perasalahan Parati Demokrat. Kita tertarik pada kata "andi" dan "anas". Bila kita ketik kata “anas” pada mesin pencari kata Google, maka didapat ada 39,7 juta laman yang memuat kata tersebut. Sedangkan kata Andi dimuat 87,9 juta laman. Jauh meninggalkan Anas. Andi mengalahkan anas. Jawaban sementara karena anas artinya laki-laki (bahasa Arab), sementara Andi adalah gelar bangsawan Bugis. Jadi andi ada juga lelaki dan ada juga perempuan seperti Andi Nurpati. Tetapi sekalipun anas dibantu oleh anisa (perempuan), tetap juga andi yang menang. Anisa hanya memiliki 13.100.000 laman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar