Laman

Translate

Selasa, 19 Februari 2013

Cognitive C1 (Knowledge)

Menurut Bloom, Cognitive dibagi dalam 6 tingkatan yaitu knowledge (pengetahuan), comprehension (pemahaman), Application (penerapan), Anaysis (analisa), synthesis (sintesa) dan evaluation (evaluasi). Knowledge dalam artian ini sering juga disebut dengan ingatan atau fakta. Knowledge mengukur bagaimana seseorang mampu memanggil apa yang disimpan dalam memory otaknya, baik berupa defenisi, fakta, prosedur, nama dan lain lain. Untuk mempermudah mari kita sebut saja knowledge ini dengan C1.

Dalam penyusunan bahan ajar, materi yang pertama muncul adalah C1. Bilangan Asli adalah bilangan yang didapat dari proses menghitung (mencacah). Maka soal C1 menjadi: Apakah yang dimasksud dengan Bilangan Asli? Tetapi ada juga penyusun buku menulis pengertian Bilangan Asli dengan defenisi lain. Bilangan Asli adalah bilangan yang dimulai dari 1, 2, 3 dan seterusnya. Hal yang harus disadari adalah bahwa semua materi yang diajarkan merupakan pengalaman. Artinya angka itu merupakan hasil dari interaksi manusia.

Apakah ibukota negara Republik Indonesia? Jawabannya adalah Jakarta. Siapakah presiden pertama RI? Jawabannya adalah Ir. Soekarno. Siapakah presiden kedua Republik Indonesia? Jawabannya adalah Soeharto. Tetapi kalau ada yang menjawab lain dari Soeharto, maka siswa tersebut sudah berpikir bukan pada tingkat C1 lagi, tetapi sudah lebih. Dia sudah menginagt ketika Ibukota RI pindah ke Yogjakarta.

Pada materi Bahasa dan ilmu sosial sangat banyak C1. Misalnya kalau kita perhatikan siswa SD di Jawa Barat. Mereka mempelajari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Sunda sebagai muatan lokal. Agar dapat berbicara dalam bahasa tersebut, siswa mutlak (100%) membutuhkan C1. Tanpa perbendahaaraan kata Inggris, mustahil bisa berbahasa Inggris. Warga pendatang seperti Jawa, Batak dan lainnya yang tinggal di Jawa Barat, ingin juga mengajarkan anaknya di rumah agar dapat berbahasa Jawa, Batak dan lainnya. Oleh karena itu setelah tamat sang anak bisa berbicara dalam 4 bahasa. Apakah anak kita sudah dapat berbicara dalam 4 bahasa? Kita baru lihat hanya dari segi bahasa. Bagaimana dengan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Agama, Kesenian, Olah Raga dan lainnya? Semuanya itu memerlukan C1. Kalau kita kumpulkam buku pelajaran kita sejak SD sampai dengan SMK, barangkali tingginya sudah 3 meter. Semuanya itu berisi C1. Pertanyaannya adalah, sesudah kita menyelesaikan semua jenjang pendidikan apakah C1 kita sudah memiliki ketebalan buku 3 meter?

Tentu jawabannya tidak. Jangankan 3 meter, menulis C1 dalam satu buku juga tidak mampu. Kalau begitu, yang dituntut bukanlah C1. Kita butuh C2, C3, C4, C5 dan C6. Bukan berarti C1 tidak penting. Oleh karena itu perlu diseleksi C1 yang terpenting. Ide tematik pada SD yang akan diterapkan dalam Kurikulum 2013, layak didukung. Manusia jangan dijejali dengan C1 terlalu banyak, nanti muntah atau banjir. Karena memory otak manusia sangat terbatas. Kita beruntung dapat menambah memory hingga mampu menampung lebih dari 3 meter ketebalan buku atau bahkan bisa mampu manampung 1 km ketebalan buku dalam ekternal memory kita yang kita sebut dengan hard disk, flash disk atau bahkan internet.

Kalau begitu apakah yang kita perlukan? Kita perlu organisasi. Kita perlu mengatur folder, sehingga mudah memanggilnya kembali, ketika diperlukan. Itulah yang perlu kita manfaatkan dalam pendidikan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar