Laman

Translate

Senin, 25 Februari 2013

Kamu Layak di Penjara!

Salah satu kompetensi guru adalah pengelolaan kelas. Semua perhatian siswa tertuju pada satu hal, yaitu topik atau materi yang sedang berlangsung. Sudah merupakan kewajaran, bahwa ada satu atau dua orang yang tidak memusatkan perhatian. Demi kepentingan dirinya dan kepentingan kelas, guru wajib mengarahkannya ke tujuan yang sama. Usaha yang dilakukan guru inilah yang disebut dengan pengendalian kelas.

Salah satu ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah berpusat pada siswa (student centered) menggantikan pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered). Tetapi hal itu tidak mungkin terjadi 100%. Kita harus menjaga keseimbangan. Kapan guru sebagai pusat perhatian dan sumber belajar dan kapan siswa sebagai pusat perhatian dan sumber belajar. Semuanya tergantung situasi dan pendekatan.

Bila kondisi semua siswa dalam kelas memiliki tingkat kemauan yang tinggi, maka sangat mudah melaksanakan student centered. Kita tinggal mengarahkan. Peranan guru sebagai fasilitator sangat terasa. Kita tinggal menyediakan dan menginformasikan apa yang mereka butuhkan dan apa yang akan mereka kerjakan. Kemudian kita lanjutkan dengan peranan kedua sebagai evaluator. Kita melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan dan terhadap proses pembelajaran. Disinilah dituntut siswa belajar aktif, baik di kelas maupun diluar kelas, baik belajar sendiri maupun belajar kelompok.

Masalah muncul bila semangat siswa rendah. Disinilah dengan terpaksa muncul teacher centered. Guru memberikan penjelasan dengan berbagai pendekatan. Lebih parah lagi, siswa mampu mendengar hanya dalam tempo beberapa menit, selebihnya pikirannya langsung berpindah haluan dan membentuk forum baru. Dia mengajak temannya berbicara. Mengajak mengganggu teman dekatnya, kemudian mengganggu teman yang lain. Seorang guru yang baik yang memiliki kompetensi pedagogik, harus mampu memulihkan kembali perhatiannya.

Mengapa orang masuk penjara?. Karena korupsi pak! Jawab siswa. Kamu layak dipenjara. Kamu sudah korupsi. Koruptor dipenjara karena mengambil hak orang lain. Kamu juga mengambil hak saya. Saya punya hak berbicara. Hak saya legitimate. Ada SK dari Kepala Sekolah. Hak berbicara saya itu kamu ambil, dan kamu berbicara dengan temanmu ketika saya berbicara. Hak orang lain juga kamu ambil. Siswa lain berhak mendapat penjelasan dari saya, tetapi kami rampas. Seketika siswa yang nakal diam.

Tidak lama kemudian siswa yang sama berbicara lagi. Sapi, kerbau atau binatang yang lain diajar dengan rotan. Manusia diajar dengan perumpamaan. Kita mempelajari Gaya Bahasa atau majas. Majas itu memperhalus kalimat. Mari kita cintai Bahasa Indonesia dengan menggunakannya. Kamu layak dipenjara, sama artinya kamu layak dirotan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar