Laman

Translate

Selasa, 05 Februari 2013

Matahari dan Pemimpin


Matahari terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah Barat (sekalipun faktanya tidak pernah terbit dan tidak pernah terbenam, karena bumi yang berputar).Dia tidak pernah terlambat terbit dan juga tidak pernah terlambat terbenam sejak zaman dahulu kala hingga saat ini bahkan hari esok. Itulah kekekalannya dan itulah hukumnya. Semua manusia dan mahkluk hidup yang lain menggantungkan kehidupan kepadanya serta menyesuaikan kegiatan dengan hukumnya Sang Matahari.

Kita tidur pada malam hari, karena matahari tidak bersinar. Seandainya matahari bersinar 24 jam, kita pasti tidur tidak teratur. Siang hari dia memancarkan terang dan panas. Terang membuat mata mahkluk hidup berfungsi. Seandainya tidak ada terang, mata terbuka atau tertutup sama saja.

Panas memberikan energy pada mahkluk hidup. Karena panas, tumbuhan berfotosintesis. Tumbuhan memasak zat makannanya. Energi panas matahari berubah wujud menjadi energi kimia yang terkandung dalam tumbuhan. Seandainya tumbuhan tidak ada, bumi akan makin panas (global warming). Semakin banyak tumbuhan dimuka bumi, bumi semakin sejuk.

Herbivora memakan tumbuhan, sehingga herbivora memiliki energi, tumbuh dan berkembang. Carnivora memakan herbivora, sehingga memiliki energi, tumbuh dan berkembang. Omnivora (manusia) berpestapora memakan segalanya sehingga memiliki energi, tumbuh dan berkembang. demikian siklus energi.

Karena ada matahari sehinga ada penguapan. Melaui udara/angin uap air berpindah ke gunung dan kemana saja serta turun dalam bentuk hujan. Karena ada matahari sehingga tumbuh-tumbuhan dan mahkluk hidup yang ada dipermukaan bumi basah. Karena ada matahari, jadilah sungai. Tetapi jangan di sebut, "Karena matahari maka terjadi banjir". Karena ada matahari ada kehidupan di muka bumi.

Demikianlah Tuhan menciptakan segala sesuatunya dalam keadaan tertib dan teratur. Tuhan telah membuat hukumnya masing masing. Tugas manusia adalah menyingkap hukum tersebut dan memanfaatkan untuk memelihara ketertiban dan keteraturan yang telah ada serta memanfaatkannya untuk kebutuhan umat manusia. Matahari diciptakan Tuhan bukan untuk satu orang. Bukan untuk satu bangsa, bukan juga untuk satu negara. tetapi untuk semua penghuni bumi.Menjaga ketertiban dan keteraturan, bukan tanggungjawab seorang, bukan tanggungjawab kelompok akan tetapi tanggungjawab bersama.Disinilah dituntut yang namanya pemimpin.

Pemimpin menjaga keseimbangan kepentingan orang yang satu dengan yang lain, kelompok satu dengan kelompok yang lain. Pemimpin membatasi atau mengendalikan pestapora, menjadi kecukupan. Pemimpin mampu memelihara dan menciptakan "keteraturan dan ketertiban" baik di alam maupun manusia.Pemimpin mampu melihat potensi akan datangnya gangguan terhadap "keteraturan dan ketertiban". Pemimpin mampu menjelaskan dan meyakinkan orang akan adanya gangguan terhadap "keteraturan dan ketertiban". Pemeimpin mampu mengendalikan potensi gangguan terhadap "keteraturan dan ketertiban " tersebut menjadi keuntungan bagi banyak (semua) orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar